Penghinaan besar sebenarnya sedang dilakukan oleh FPI terhadap SBY, kapolri dan para pemimpin negeri ini (dan sebenarnya kepada seluruh warga bangsa ini). Itu adalah apa yang saya rasakan saat ini melihat arogansi dan tindakan kekerasan FPI. Penggunaan kata ‘dipopoki tai’ pada judul di atas tentu tidak berarti ‘wajahnya dilumuri tahi’ akan tetapi dalam bahasa jawa ‘dipopoki tai’ bermakna dipermalukan atau dihina. Sehingga apabila saya mengatakan bahwa SBY dipopoki tai oleh FPI, jangan diimajinasikan bahwa SBY wajahnya dilumuri tahi oleh FPI tetapi ungkapan tersebut bermakna bahwa FPI melakukan penghinaan atau mempermalukan SBY.
Mengapa saya sampai merasa bahwa SBY ‘dipopoki tai’ oleh FPI?
Bangsa ini tentu telah melihat bagaimana sepak terjang FPI selama ini, dengan kekejaman dan kebrutalannya,
bertindak seenaknya sendiri tanpa pernah menghormati hukum yang berlaku di negeri ini. Mengamuk, merusak, memukuli ’rakyat negeri ini’ dengan ’gagahnya’ tanpa ada yang berani mengusik
termasuk kapolri, panglima TNI bahkan Presiden, semua diam! semua ciut nyalinya (maaf hanya prasangka saja dan semoga salah). Entah apakah memang ‘ciut nyalinya’ ataukah karena ‘ada alasan lain’ sehingga para petinggi negeri diam tanpa berani bertindak apapun walaupun kebrutalan FPI makin menjadi-jadi.
Dalam pandangan saya, kondisi itu memperlihatkan bahwa FPI mempertunjukan ’keampuhannya’ dengan pamer kebrutalan dihadapan rakyat Indonesia sambil tertawa berseru
“Lihatlah!!! hai rakyat Indonesia, jangankan polisi, kapolsek, kapolres, kapolda atau kapolri bahkan presiden aja ga berani!!! , mereka kagak berani nangkap FPI! nda berani! ndak bakalan berani!“.
Lha kalau sudah seperti itu dan terus bertindak seenaknya sendiri ngamuk dimana-mana, mukulin siapa saja yang ingin dipukul apa mereka itu tidak ‘mopoki tai’ para petinggi negeri termasuk kapolri dan juga SBY.
Ini semua hanyalah apa yang saya rasakan, seandainya SBY tidak merasa ‘dipopoki tai’ tentu juga ngapapa! Ini hanya masalah citarasa! Lha wong saya yakin kalo saja SBY bisa ngomong sama
saya dia mungkin ngomong ”Le… koe ki ga usah kakean cangkem! Aku ki wes mumet! opo maneh ngurusi gentho-gentho kae tambah mumet! Koe mingkemo wae!
Oleh: ithum | 4 Juni 2008
SBY ‘dipopoki tai’ oleh FPI
Ditulis dalam aneh, lucu, pojok santai | Tag: polisi, SBY, FPI, penghinaan, pelecehan, ngece, kapolri




hati2 ngomong bung. tulisan anda bs jd provokatif neh. anda tidak tau akar permasalahannya. ini sama anda mengadu domba pemerintah dan FPI. saya yakin anda kafir (non muslim) sehingga anda seakan melihat FPI dari sudut kekerasannya.
bagi kami rakyat muslim FPI telah berjalan di jalan yang benar sebagai pasukan pembela agamanya
Oleh: alrocker on 5 Juni 2008
at 18:11:18
baca dulu ini
http://hmcahyo.wordpress.com/2008/06/06/pemerintah-harus-berterimakasih-pada-fpi/
dan
http://hmcahyo.wordpress.com/2008/06/05/bubarkan-fpi-tentusaja-tapi-%e2%80%a6/
Oleh: hmcahyo on 6 Juni 2008
at 14:57:15
Bagi saya pribadi, tindakan anarkis itu tidak mencerminkan islam sama sekali…!!! bukan jamanya koboi lagi om.. tembak sana tembak sini. Gak ada bedanya dengan amrozi yang mengatasnakan islam main bom sana sini.. yang benci sama amerika tapi gak berani langsung ngebom di amerikanya.., kayak santri yang menguguhkan kata2 kiainya.. entah itu salah apa benar…, semoga bisa menjadi pembelajaran kita semua…,
wassalam
Oleh: Dits_316 on 8 Juni 2008
at 09:28:24
Saya bukan penengah dalam hal ini, tapi sepertinya memang dua belah pihak ‘terfokus pada pemerintah dan FPI di posting ini’ sama-sama keterlaluan.
Pemerintah terlalu lambat dalam bertindak atas segala kemaksiatan di bumi Indonesia ini. Bukan jumlah aparat penegak hukum yang kurang, tetapi kebijakannya yang lamban dan sudah menjadi rahasia umum bahwa kemaksiatan dibackup oleh oknum penguasa.
Sementara FPI terlalu frontal dalam menyikapi kemaksiatan dengan bertindak di luar kewajaran di bumi ‘tarbiyah’ Indonesia yang diperjuangkan oleh para Ulama untuk menjadi lebih baik dan tentu dengan jalan yang sebaik-baiknya pula. Tindakan frontal ini, sepertinya juga dilakukan oleh oknum FPI.
Tentu saya memilih ‘ya’ dari pada ‘tidak’ untuk tempat maksiat di luar tempat praktek yang diobrak FPI karena memang meresahkan masyarakat sekitar terutama untuk pendidikan anak-anak. Tetapi mungkin karena kurangnya koordinasi, ada ibu-ibu dan anak-anak menjadi korban pemukulan.
Semoga negeri ini menjadi lebih baik…..
Oleh: wheellee on 8 Juni 2008
at 11:17:33
elingo poro manungso, sejatine sak bejo-bejone wong urip yoiku wong sing eling. saya cuma mau ngingetin aja mas, nabi menyarankan kita untuk hablul minaallah dan hablul minnannas, semua masalah bisa dibicarakan bukan dengan kekerasan seperti zaman jahilliyah dimana manusia mengumbar hawa nafsu binatangnya, termasuk cara-cara kekerasan seperti itu, eling mas rosul juga menghargai perbedaan dan beliau pernah bersabda ” AGAMAKU-AGAMAKU, AGAMAMU-AGAMAMU”. kabeh yo sing podo eling ISLAM adalah agama RAHMATAN LIL ALAMIN, mending kita menata diri sendiri dengan ibadah masing-masing daripada hanya sibuk menghujat orang sampai lupa SHOLAT, ampun genep sholate mas??????????
Oleh: ojo dumeh on 9 Juni 2008
at 20:20:47
tailaso ji ini orang yang berani provokasi antara SBY dan FPI…..
datang ko ke Makassar TAILASO
sAYA CANCANG ISI PERUTMU KABULAMPE
Oleh: ozama bin laden on 10 Juni 2008
at 15:52:26
Agama & Tuhan itu ndak perlu dibela, kecuali kalo memang Tuhan-nya yang berlindung di bawah kuasa Ummat-Nya atau bisa juga kalau Ummat-Nya udah pengen jadi Tuhan (kalo udah gitu yg sungguh jadi pengikut Tuhan pun akan dibilang kafir lah, pendosa lah; karena “kitab suci” Tuhan yang “baru” ini dibuat “menurut gue…!”)…hehehe
Peace
Oleh: Ridwan Susanto on 11 Juni 2008
at 23:45:10
jangan bisa ngomong saja kau ozama bin laden. setiap orang berpendapat boleh saja (termasuk penulis). kalau kau memang mau ngumbar sok jago.mending kepalamu saja dipotong. gak ada artinya umat kaya’ kamu, yang cuma menjelekkan citra agama.alrocker nama doang, rocker apa bencong bung, kenapa orang mesti ngomong hati-hati. tulisan di atas gak ada unsur provokasi sama skali, dituliskan dengan bahasa yang lugas tentang kebrutalan yang kita sudah sangat lama tidak pernah mengetahui itu kecuali zaman PKI. atau jangan-jangan yang brutal brsama sampeyan-sampeyan yang pro ternyata…………………………………….
Oleh: @Z on 12 Juni 2008
at 01:09:31
jangan bisa ngomong saja kau ozama bin laden. setiap orang berpendapat boleh saja (termasuk penulis). kalau kau memang mau ngumbar sok jago.mending kepalamu saja dipotong. gak ada artinya umat kaya’ kamu, yang cuma menjelekkan citra agama.alrocker nama doang, rocker apa bencong bung, kenapa orang mesti ngomong hati-hati. tulisan di atas gak ada unsur provokasi sama skali, dituliskan dengan bahasa yang lugas tentang kebrutalan yang kita sudah sangat lama tidak pernah mengetahui itu kecuali zaman PKI. atau jangan-jangan yang brutal brsama sampeyan-sampeyan yang pro ternyata…………………………………….
Oleh: azzzzzzzzz on 12 Juni 2008
at 01:14:46
@alrocker: tidak terbersit sedikitpun keinginan untuk memprovokasi siapapun saat saya menulis ini! Membela agama ataupun tuhan itu adalah pilihan tetapi memukuli wanita, anak-anak dan menghalangi tenaga paramedis/relawan palang merah (atau bulan sabit) sungguh suatu pertunjukan kebodohan dan kebiadaban.
@Dits_316: setuju mas! Bukan saatnya lagi berbagi kekerasan tetapi berbagi kedamaian! Emang Kalo benci amerika ya pergi ke amerika trus lawan tentara amerika, itu cara laki-laki sejati!
@wheellee: setuju mas! katakan tidak untuk kemaksiatan tetapi katakan TIDAK juga untuk penganiayaan kepada anak-anak dan wanita! Kekerasan kepada anak-anak dan wanita saya yakin bukan karena kurangnya koordinasi tetapi karena tidak punya hati karena tanpa koordinasi sekalipun manusia yang punya hati tidak akan pernah melakukan itu! setuju mas?
@ojo dumeh: sayangnya saat ini sudah jarang ada orang yang Eling lan Waspada!
@ozama bin laden: Kelebihan energi mas? potong ayam saja dech, trus dagingnya dimasak yg enak trus dibagi-bagikan ke tetangga! kayaknya itu jauh lebih bermakna dan bikin Tuhan tersenyum dan bangga melihat dirimu!
@Ridwan Susanto: Karena Tuhan jauuuuuuh lebih hebat dari saya, saya pasrah biar Tuhan yg ‘membela’ saya!
@@Z/azzzzzzzzz: ya…ya.. bukan sebuah provokasi, kalo sampai ada yg terprovokasi berarti dia tidak mampu memahami tulisan ini.
Oleh: mists on 13 Juni 2008
at 01:47:54
jangan bisa ngomong saja kau ozama bin laden. setiap orang berpendapat boleh saja (termasuk penulis). kalau kau memang mau ngumbar sok jago.mending kepalamu saja dipotong. gak ada artinya umat kaya’ kamu, yang cuma menjelekkan citra agama.alrocker nama doang, rocker apa bencong bung, kenapa orang mesti ngomong hati-hati. tulisan di atas gak ada unsur provokasi sama skali, dituliskan dengan bahasa yang lugas tentang kebrutalan yang kita sudah sangat lama tidak pernah mengetahui itu kecuali zaman PKI. atau jangan-jangan yang brutal brsama sampeyan-sampeyan yang pro ternyata……………………………………. gwe warga ahmadiyah
Oleh: jati on 17 Juni 2008
at 11:28:43
wahai sodaraku sesama penduduk dunia …
di mata Tuhan kita semua sama, satu sumber, karena itu jangan kita menganggap diri (satu kaum) lebih hebat, lebih baik dan lebih benar dari (kaum) yang lainnya..jangan kita membenarkan segala bentuk tindakan dengan mengatasnamakan AGAMA, sebab semua AGAMA datang dengan damai dan untuk mendamaikan ummat manusia..SADARLAH WAHAI SODARAKU..
Oleh: fhaly on 17 Juni 2008
at 12:08:28
itu cuman dilhat dari kasat mata FPI melakukan tindakan kayak gitu…….. tapi coba pikir, lihat dan rasakan sebenarnya apa yang diperjuangan FPI di balik kekasaran itu…….. mereka membala apa yang diyakini mereka dalam beragama, bermasyarakat dan bernegara………. dalam agama khususnya Islam . negara ini telah banyak penyimpangan dalam kebudayaan, bertentangan dengan islam….khusus nya anda-anda yang tahu, gak tahu dan belum tahu … coba pikir apakah ananda sudah termasuk islam yang benar-benar islam..????????pikir dengan hati nurani, kita smua di ibaratkan sebuah keluarga, jika ada yang berbuat tidak layak maka yang marah ada yang merasa yakin dengan pegangan aqidahnya yang di imani dalam al-QUr’an dan al-hadist
……..
Oleh: FAJAR on 23 Juni 2008
at 13:25:12
pancen asyu kabeh
Oleh: asyu on 14 Juli 2008
at 16:56:15
pancen asyu kabyeh
Oleh: asyu on 14 Juli 2008
at 16:56:40
Pesawat terbang buat berhaji buatan siapa?Teknologi komputer/internet buatan siapa?Mesin,listrik,obat-obatan seluruh ilmu-ilmu buatan siapa?Negara “kafir” kan?
Oleh: Apa adanya on 24 Juli 2008
at 04:38:11
Untung ada umat “kafir” ini..,kalo ga kemana kan mase pake onta..
Oleh: Apa adanya on 24 Juli 2008
at 04:40:26
“MENTAL ORANG INDONESIA: LEBIH MENGHARGAI ORANG YANG BERSALAH TAPI BERTINGKAH SANTUN DARIPADA ORANG YANG BENAR TAPI BERLAKU KERAS”
ITU SEBABNYA SAMPAI KINI ALM SOEHARTO N’ MEGAWATI DAN PARA KORUPTOR LAINNYA SELALU DIHARGAI DAN DIANGGAP PAHLAWAN OLEH BANGSA INI……
Oleh: PLATO on 12 September 2008
at 10:57:34
HAHAHAHAHA .. . .
TAILUSAMU SEMUA . . . !!!
Oleh: IBLIS on 4 Oktober 2008
at 00:45:29
sundallamu yg nulis plus pendukungx
pergiko berak nyet!!
trus komakan taimu
di negara ini terlalu banyak buta hatix
cherrrssssss
Oleh: ilmuan GoBLoCk!! on 5 Nopember 2008
at 14:12:19
Pergi sana cuci kaki,,jgn lupa minum susu dulu,,truss bobo mimpi yang indah…
jgn ngompol yaaa…
Semuanya jangan pada ngigauu saja..
Terlalu banyak kowar-kowerr..
Speak-Speak Anjing Sajaaa
Oleh: ZaThuRa on 14 Nopember 2008
at 17:44:06
sikat sby hajar terus …..
masih banyak presiden yang lain
yang lebih baik
betul ????????
Oleh: xxxxxx on 14 Nopember 2008
at 17:46:52
emang…..FPI paling Tai…jual2x…nama Islam….emang yang punya Islam…FPI apa……..goblok…….Mang Pemimpin Fpi…….sekolahnya apa???? SD aja gak Tamat kali……mau bicara qur’an Tanya Ma Lulusan universitas Al-Azhar……
Yang ikut2x Fpi…itu kan rata2x orang tolol yang gak pernah belajar……..apalagi yang tukang lempar batu sama yang ngancurin…….gua tanya….rumus integral……atau…..phytagoras…pasti gak ngerti……
makanya klo belajar Islam Jangan Cuma denger …doank…….BACA……..NABI MUHAMMAD AJA DI SURUH BACA……
Trus sama Pengikut FPI….plis….jangan SOK bilang Orang Kafir…..deh……lu semua tu bukan intelektual…tapi orang bodoh yang mudah Dipengaruhi Pemimpin….lo yang juga orang tolol…..
Oleh: FPI...TUKANG NODA>>> on 9 April 2009
at 21:05:53
FPI? Niatnya udah bener. Tapi caranya yang goblok.
Oleh: Good on 19 Mei 2009
at 10:30:31
FPI udah nggak bener
Oleh: adi on 26 Mei 2009
at 08:22:59
hhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
hhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
Oleh: adi on 26 Mei 2009
at 08:24:18