Oleh: ithum | 11 Januari 2008

Selamat Tahun Baru 2008!

Hari gini masih ngucapin selamat Tahun Baru 2008!!! Terlambat banget mas…. tahun baru-nya  udah lewat 11 hari, sudah basi! so, seharusnya mengucapkan selamat-selamat  yang lain saja, selamat hari jumat keq atau selamat hari kliwon atau yang lain…
Ok! ok! aku tahu ini sudah sangat terlambat, tetapi salahkah diriku kalo aku mengucapkannya hari ini? untuk semua, atau mungkin juga untuk mereka yang lupa bahwa sekarang sudah tahun 2008 bukan tahun 2007 lagi. Kalau aku dibilang terlambat karena mengucapkannya hari ini, apa yang harus kukatakan untuk mereka yang lupa atau belum tahu bahwa hari ini, ya hari ini adalah tahun 2008,  tidak lagi sama dengan beberapa hari yang lalu yang masih tahun 2007., terlebih lagi untuk mereka yang tidak mengharapkan datangnya tahun baru, yang selalu cemas melihat datangnya tahun baru!
Tahun baru memang selalu berarti banyak hal yang berbeda-beda bagi tiap pribadi! Ada rencana-rencana baru, harapan-harapan baru, kecemasan-kecemasan baru, ketakutan-ketakutan baru, teman-teman baru, musuh-musuh baru, kedengkian baru, cinta yang baru, kepalsuan baru, ketamakan baru dan masih banyak yang baru lagi yang lain.  Teramat banyak hal yang baru yang dapat kita dapatkan di tahun yang baru, dan tiap pribadi tentunya memiliki pilihan yang berbeda! Saat aku tanyakan pada diriku sendiri, Apa yang baru di tahun yang baru ini? Aku berharap semua yang “baru” adalah sesuatu yang indah! (semoga……….. )

Akhirnya, aku harus mengungkapkan, mengapa tulisan basi ini masih juga nongol di sini.  Sore tadi, aku baca-baca koran Kedaulatan Rakyat (koran pagi dibacanya sore! terlambat…..!!!), dan membaca tulisannya Ibu Magdalena Sukartono yang berjudul “Tahun baru Harapan Baru(2)” (kalo tidak salah! malas mo mabil lagi korannya) , selesai membaca tulisan aku teringat tulisan Samuel Mulia di harian Kompas Minggu (tanggalnya lupa!!!) dengan judul “Selamat Tahun Baru”.
Seperti yang Ibu Magdalena katakan, Allah tidak selalu menghadirkan pelangi tetapi ditengah badai Allah pasti akan menghadirkan Pelangi (maaf ibu.. kalo salah kutip), ya… sesuatu yang sangat menguatkan saya untuk tidak takut dan kawatir.  Sementara Samuel Mulia, dengan gaya penulisannya yang “ngangeni”, mengingatkan saya tahun baru ini saya dari kepompong berubah menjadi kepompong baru lagi atau dari kepompong berubah menjadi serigala? Semoga tidak seperti itu! tidak ada hal yang jahat “baru” atau hal buruk “baru” lagi.

Selamat Tahun Baru!!!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: