Oleh: ithum | 12 Januari 2008

Apa kabar pak harto?

Hari-hari ini, halaman depan koran di Indonesia, dipenuhi dengan berita mengenai pak harto (Jenderal Besar H.M. Soeharto) sebagai hotline-nya, sementara televisipun tidak luput dari kesibukannya untuk mewartakan tentang kondisi kesehatan pak harto, baik melalui siaran berita reguler mapun berita-berita sejenis hot news. Bahkan kemarin malam (11 januari 2008), ada stasiun televisi  yang sudah menayangkan acara yang menampilkan sejarah kehidupan soharto, aku melihat hanya sekilas saja dan berpikir, koq seperti orangnya sudah meninggal saja…
Doa Untuk pak harto
Melihat kondisi pak harto saat ini aku berpikir bahwa banyak orang yang berdoa bagi pak harto saat ini, ada yang berdoa bagi kesehatannya agar segera sembuh dengan tulus dan ikhlas, ada yang berdoa bagi pak harto agar segera sembuh karena selama ini telah mendapatkan “bagian” selama pak harto berkuasa, ada yang berdoa agar segera sembuh karena berharap pak harto segera sehat kembali sehingga dapat diadili untuk berbagai tuduhan kesalahan/kejahatan yang pernah ia lakukan.  Seandainya ini benar, ternyata orang berdoa memiliki latar belakang yang berbeda-beda, dan ini sah-sah saja menurutku.
Wasiat pak harto
Saat ini banyak orang yang sibuk memperhatikan wasiat pak harto, tetapi aku mungkin tidak terlalu peduli, sebab tidak mungkin dalam wasiatnya ia mewariskan harta kekayaannya (sebagian kecil saja) untuk diriku atau rakyat indonesia yang lain.  Sebab tidak mungkin juga ia mewariskan supersemar yang sudah hilang atau dihilangkan. Tidak mungkin juga ia mewasiatkan agar ia diadili untuk semua kesalahan yang pernah ia laukakn kepada bangsa ini. Tidak mungkin juga ia mewasiatkan permintaan maafnya untuk bangsa ini atas semua kekejaman yang pernah ia lakukan. Kalau aku yakin wasiatnya itu tidak penting bagiku, mengapa juga aku memikirkannya??? kurang kerjaan banget.

pak harto orang penting
pak harto memang orang yang sangat penting! lihatlah berita di televisi, semua orang (pejabat di orde baru dan sekarang) sibuk berkunjung menengoknya bahkan harus mengorbankan acara-acara lain yang mungkin lebih penting (pak wapres memperpendek kunjungan ke daerah dan langsung ke RS setibanya di jakarta), seperti juga pendapat bung poltak, bu menkes memerintahkan semua RS yang punya peralatan canggih untuk membantu perawatan suharto. Sementata diberbagai tempat banyak orang yang sibuk mengadakan acara doa-doa, aku tidak tahu isi hati sebenarnya mereka yang berdoa, apakah dengan tulus berdoa untuk kesembuhannya ataukah berdoa dengan tulus agar kalo pak harto mati, tidak lagi diungkit-ungkit kesalahannnya dan tentunya mereka (yg mantan kroninya) tidak diungkit-ungkit pula kesalahannya/kejahantannya.
Bung Karno, soeharto dan Gus Dur
Bung Karno disaat terakhir kehidupannya, menderita sakit dalam tahanan rumah tanpa perawatan yang memadai (inilah cara mikul dhuwut mendem jero-nya soeharto), benar-benar menyedihkan kalau mengingat perlakuan soeharto kepada Bung Karno!, Gus Dur adalah juga mantan Presiden RI, saat ini untuk perawatan kesehatannya, beliau tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah (padahal dia mantan preseiden RI juga), soeharto sakit! wow semua fasilitas terbaik harus diberikan!!! Kalau semuanya mantan Presiden! kenapa perlakuannya jauh berbeda!
Kalau pak harto mati
Apa yang aku pikirkan kalau pak harto akhirnya mati! ah pasti ada acara berkabung nasional! ada acara mengibarkan bendera setengah tiang! percaya ga???
bersambung lagi ah….


Responses

  1. Menurut saya, perhatian yang dikasi ke Pak Harto ini sudah sangat berlebihan untuk orang yg sudah sangat uzur dan diduga koruptor.
    Menkes sampe mengeluarkan perintah agar semua rumah sakit yang punya alat tercanggih meminjamkan alatnya ke RSPP.

    Apa bu Menkes nggak tau kalau diluar sana banyak ibu-ibu yang mau melahirkan ditolak oleh RS karena nggak punya duit? Bu Menkes nggak tau kalau diluar sana banyak orang nggak boleh berobat karena nggak ada duit?

  2. bang poltak! bu menkes tahu koq kalo diluar sana banyak orang ga bisa berobat karena ga punya duit dan bu menkes juga tahu pak harto punya duit (kalo sepeser pak harto ga punya kalo dalam jumlah banyak baru dia punya). bu menkes kalo melihat orang ga punya duit ga bisa berobat, paling cuman bilang EGP! Emang gue pikirin!

  3. menurut saya sich… oke2 saja… tapi kenapa ya ga berobat keluar negeri saja…??? kenapa harus pinjam alat segala…??? berobat saja ke singapura yang notabeni alat kesehatan disana lebih lengkap… tapi… apa keluarga pak Harto kuat…??? saya rasa kuat… ^_^ kenapa harus mempermasalahkan masalah supersemar kepada orang yang sudah mau meninggal…??? toh orang yang mendapatkan supersemar sekarang sudah pada berhasil…

  4. @Arijana : sebenarnya ngga perlu berobat atau ke rs apalagi ke singapura, sebab pak harto itu saya yakin masih akan panjang umur.
    Kalo masalah supersemar seharusnya pak harto terbuka dan memberitahu rakyat indonesia bahwa “supersemar” yang diketahui oleh rakyat indonesia saat ini adalah benar2 palsu, menyedihkan sekali bahwa di sebuah negara sebesar indonesia, bertahun-tahun rakyatnya dibohongi oleh sebuah surat palsu.

  5. Waaah, bang Ithum…kita mbok diberitahu seperti apa surat supersemar yg asli itu…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: