Oleh: ithum | 3 Februari 2008

WILARDJITO SOAL GELAR PAHLAWAN SOEHARTO; Yang Usul, Tak Tahu Derita Saya

Pasca meletusnya kudeta G30S 1965, Bangsa Indonesia memasuki episode kelam perjalanan bangsa ini, dimana pada masa-masa tersebut jutaan rakyat Indonesia yang terdiri anggota PKI, anggota organisasi onderbouw PKI, simpatisan PKI dan rakyat yang dituduh sebagai anggota PKI mengalami berbagai bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia yang sangat berat. Terdapat jutaan rakyat yang mengalami penyiksaan fisik dan mental, dipenjarakan tanpa pengadilan, atau bahkan yang teramat berat adalah dibunuh dengan kekejaman luar biasa.
Salah satu korban kekejaman masa itu adalah Bp. Soekardjo Wilardjito, beliau adalah saksi saat Presiden Soekarno dibawah ancaman pistol dipaksa untuk menandatangani Supersemar. Di luar Bp. Soekardjo Wilardjito, masih banyak korban-korban lain, yang telah merasakan kekejaman pasca kudeta G30S 1965.
Berikut ini adalah penuturan Bp. Soekardjo Wilardjito yang dimuat di Harian Kedaulatan Rakyat Edisi 2 Februari 2008.

Kedaulatan Rakyat, 2 Februari 2008

Soekardjo Wilardjito

INGATAN Soekardjo Wilardjito seketika melayang ke tahun 1966 hingga 1970-an. Peristiwa masa-masa itu terbayang di pelupuk matanya, ketika siksaan dan perlakuan tidak manusiawi dari rezim Soeharto menimpa dirinya.
Mulai dari pukulan dengan balok kayu, popor senjata, hingga puluhan kali disetrum di sekujur tubuhnya. Serta hukuman penjara selama 14 tahun tanpa melalui proses pengadilan atas tuduhan sebagai anggota Partai Komunis Indonesia (PKI). ”Jadi saya keberatan kalau dia (almarhum mantan Presiden Soeharto) diberi gelar pahlawan nasional. Mereka (yang mengusulkan gelar pahlawan) itu karena kebagian warisannya dan tidak pernah tahu penderitaan seperti yang saya alami, penderitaan bangsa,” tutur pria berusia 81 tahun ini ketika ditemui KR di rumahnya, Dusun Gancahan V Desa Sidomulyo Godean Sleman, Jumat (1/2).
Hingga sekarang pun tokoh yang menjadi saksi kontroversi turunnya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) ini masih merasakan perlakuan tidak adil. Sejak ditangkap pada malam hari tanggal 11 Maret 1966 yang kemudian dipenjarakan selama 14 tahun, ia tidak pernah menerima surat pemecatan maupun surat keputusan pensiun dari TNI AD, institusi tempat Wilardjito dulu mengabdi. Sehingga mestinya ia masih tercatat aktif sebagai anggota TNI. Namun baik tunjangan pensiun maupun gaji sebagai anggota TNI yang menjadi haknya tidak pernah diterima sejak peristiwa Supersemar itu. Saat berbincang dengan KR kemarin, keadaan Wilardjito tampak sehat. Daya ingatnya masih sangat bagus dan bicaranya lancar. Hanya saja kedua kakinya kurang berfungsi normal. Kendati kini harus menjalani sisa hidup jauh dari serba kecukupan, Wilardjito masih memiliki jiwa besar. ”Selama 43 tahun hak-hak saya dibekukan. Saya tidak pernah mendendam. Tapi saya menuntut agar hak-hak saya yang hilang itu dikembalikan dan hukum diberlakukan sebagaimana mestinya,” kata suami dari Sih Wilujeng, yang telah meninggal 2001 silam. Masa lalu pahit yang dialami Wilardjito bermula dari peristiwa Supersemar. Dikisahkan, pada tanggal 11 Maret 1966 pukul 01.00 WIB saat bertugas sebagai penjaga keamanan istana Presiden RI, ia kedatangan empat orang petugas TNI. Masing-masing M Yusuf, Amir Machmoed, Basoeki Rachmat dan M Panggabean. Keempat orang tersebut ingin bertemu dengan Presiden Soekarno untuk suatu urusan penting. Lalu Wilardjito yang saat itu berpangkat letnan dua, membangunkan Presiden Soekarno. Pertemuan berlangsung dan M Yusuf menyodorkan sebuah map kepada Presiden Soekarno. Masih menurut kesaksian Wilardjito, saat itu Presiden Soekarno tampak terkejut setelah membaca isi surat dalam map yang harus ditandatangani. ”Untuk membahasnya, waktunya sangat sempit. Paduka tandatangani saja,” kata Wilardjito menirukan ucapan Basoeki Rachmat saat itu. Pada saat yang sama, lanjut Wilardjito, Basoeki Rachmat menodongkan sebuah pistol ke muka Presiden Soekarno. Belakangan baru diketahui bahwa surat yang ditandatangani Presiden Soekarno secara paksa tersebut adalah Supersemar. Peristiwa menegangkan pada dini hari itu, rupanya berbuntut. Pada malam harinya, masih pada tanggal 11 Maret 1966 itu terjadi operasi besar-besaran yang dilakukan TNI AD di bawah komando Letjen Soeharto (mantan Presiden RI, almarhum). Semua orang yang bertugas di lingkungan Istana Presiden RI diciduk, tak terkecuali Sukardjo Wilardjito. Sejak saat itulah Wilardjito menjalani hidup dari penjara ke penjara dan mengalami siksaan. Kesaksian Wilardjito terhadap terbitnya Supersemar yang kontroversial itu akhirnya terungkap media pada tahun 1998 setelah lengsernya Presiden Soeharto. Namun Wilardjito justeru dituduh menyebarkan kabar bohong dan berlanjut hingga ke pengadilan. Setelah melalui proses hukum, akhirnya Wilardjito bebas karena tidak cukup bukti. Tapi hingga kini kasus tersebut belum sepenuhnya tuntas karena masih menunggu kasasi yang diajukan jaksa. (Aksan Susanto)-f


Responses

  1. Soeharto memang menghalalkan segala cara sejak awal rupanya. Dan ini warisan terbesar darinya untuk bangsa ini – watak menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Entah tujuan itu baik atau buruk……
    Menurut saya itu yg menyebabkan banyak org terkesima dengan hasil yg pernah dicapai Soeharto soal kesejahteraan, org melihat pada hasil tapi tidak mau tau soal bagaimana hasil itu diperoleh….

  2. @bsw: itulah hasil cuci otak selama suharto berkuasa! jadinya ga hanya republik halal bilhalal, republik ini dah jadi republik setan, “inilah tujuanku! menghalangi aku? kubunuh dirimu!”, mungkin udah banyak yg berprinsip kayak gitu!
    semoga kita tidak menjadi seperti itu!
    Salam!!!

  3. Tapi kalo PKI yang menang, gue lebih sengsara lagi.. tauuu!!

  4. @J:

    Tapi kalo PKI yang menang, gue lebih sengsara lagi.. tauuu!!

    koq bisa tahu kalo lebih sengsara! sebenarnya siapa yang melakukan kudeta 1965, membunuh para jenderal, trus membunuh jutaan rakyat Indonesia? Seandainya fakta yang sebenarnya itu yang melakukannya bukan PKI dan ternyata suharto! apa pendapatmu?

  5. History will be bright like a shining star…. Saya yaki supersemar akan jelas keberadaannya suatu hari nanti… kita tunggu saja. masih banyak saksi2 yang bertebaran dianggap PKI padahal bukan, mereka lah cuma kambing hitam yang menuntut kejelasan sejarah… Sejarah akan terungkap

  6. seharusnya anda sekalian harus tau bahwa seorang presiden mempunyai kebaikan dan kejelekan tidak seharusnya kita terus menerus menjelekkan beliau karena suatu negara mempunyai banyak rahasia yang harus ditutupi

  7. @J: Anda sangat dipengaruhi oleh indoktrindasi orba, ok saya sangat mengerti, karena kebanyakan rakyat Indonesia sama seperti Anda, tapi saya yakin suatu saat, kebenenaran akan terungkap! bila saat itu Anda masih hidup! Saya yakin Anda akan sangat terkejut karena fakta yang sebenarnya sangat jauh dari apa yang selama ini Anda yakini sebagai kebenaran sejarah!
    @lil4ngel5ing: Setuju! kebenaran yang hakiki akan bersinar dan membuka baru cakrawala bangsa ini! Sedikit catatan, Anda masih 100% yakin bahwa kudeta 1965 (termasuk pembunuhan thd para Jenderal) adalah PKI. Saya hanya ingin mengajak untuk membaca kudeta 1965 dengan G30S (tanpa PKI), sehingga lebih obyektif dalam membaca fakta sejarah.
    Ada situs yang bisa Anda kunjungi untuk melihat peristiwa 1965 dari sudut pandang yang berbeda progind.net
    @ron: Bunga melati akan selalu harum baunya walau sejuta orang mengatakan baunya busuk. Sesuatu yang baik tetap baik yang jelek tetap jelek! tiada ada keinginan menjelekkan! Semua adalah fakta sejarah!
    Dalam hal ini Saya tidak melihat ada kaitannya dengan rahasia negara, mungkin yang ada adalah rahasia pribadi sesorang yang berkaitan dengan masa lalunya.

  8. SALE AUCTION PERSONAL COLLECTION POSTAGE STAMP
    SUHARTO PICTURES + 95 JENIS PERANGKO DARI TAHUN 1960 AN
    HARGA MAX : RP.480.000,-
    saya serahkan semuanya pada anda yang lebih mengerti tentang perangko “kolektor perangko”
    SMS : 0511.8803889

  9. SATU AYAT.

    Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri melainkan telah tertulis didalam kitab sebelum kami mewujudkannya.
    Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah.
    “alhadid 22”

    Semua telah ditakdirkan di suatu data yang berisi catatan aksi reaksi sempurna. Data yang berisi ilmu pengetahuan yang terus kita coba singkap tabirnya. Mustahil ataupun logis telah ada jawabannya.
    Sample and simple, air yang turun dari langit karena malaikat yang diberi nama mikail diperintahkan untuk menurunkannya ataupun karena kita tahu itu hasil dari penguapan air di bumi ini dan element lainnya yang berkumpul diatas sana kemudian bereaksi menjadi air hujan.
    Maka, jika kita ingin hasil yang kita inginkan hasilnya. Tentunya kita harus berusaha dengan :
    end – pasrah dan ber doa kepada pencipta hasil yang kita inginkan itu ataupun start – tawakkal dan ber aksi dengan kemampuan kita yang ada untuk mendapatkan hasil ciptaan yang diinginkan.
    Ada apa dengan banjir yang yang melanda tempat kita berada yang membuat anda basah kuyup tersiram terendam air. semuanya tidak luput dari pengabulan doa, permintaan kita dengan usaha pada tindakan alam sekitar kita.

    KITA JADIKAN HARI ESOK LEBIH BAIK DARI BENCANA MASA LAMPAU YANG TAK KITA INGINKAN. “PERJUANGAN DAN DOA”.

  10. mengesankan, saya terharu dengan cerita Bapak. Saya harap bisa memperjuangkannya sehingga yang benar akan menang dan salah akan kalah. Saya adalah anak bangsa yang lahir tahun 1979, dan apa yang saya baca dari sejak di Sd sampai sekarang adalah versi Pemerintah. Saya berharap kebenaran itu akan membuahkan buku dari Pemerintah tentang peristiwa di Indonesia semuanya, yaitu sejarah Indonesia semua. Semoga Allah swt bersama orang-orang yang selalu berjuang di jalan ALLAH SWT. AAMIIN.

  11. sejarah udah dikacaukan oleh rezim orde baru…

    pemerintah harus memperbaiki sejarah dong


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: